Dijual Atau Tidak, Aset Lombok Barat Belum Ada Kejelasan

SUARANUSA.COM – Beberapa jumlah aset yang dimiliki Pemda Lombok Barat (Pemda Lobar) masih menjadi wacana dan belum jelas arahnya, terutama aset mati yang tidak memberikan kontribusi, apakah akan dilakukan pelelangan atau dijual aset yang keberadaannya di luar Lombok Barat.

Kebijakan Pemda untuk dilakukan pelelangan maupun dijual dianggap dapat menghemat pembekakan biaya perawatan danbiaya lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno saat dikonfirmasi Suaranusa mengatakan, rencana pemerintah menjual aset di luar Lobar itu tidak untuk kepentingan lain-lain, melainkan untuk membeli aset baru yang ada di wilayah Lobar sendiri.

“Aset ini hanya merubah lokasi saja dari luar Lobar menjadi aset di Lobar. Jadi jual aset Lobar, tambah aset di Lobar,” katanya.

Joko menyebutkan, di Kota Mataram terdapat sejumlah aset lahan milik Lobar yang tersebar di beberapa lokasi, seperti aset lahan seluas 4 hektar di Loang Baloq, lahan bekas kantor perizinan, dan lahan yang berada di Jalan Ciamis Pagesangan Mataram.

“Karena tidak bisa kita manfaatkan, paling yang bisa sekedar sewa, nah aripada tidak bermanfaat, kita (jual dan menjadi) aset di Lobar,” jelasnya.

Sebelumnya, kalangan dewan mengusulkan agar aset di luar Lobar dijual dan dijadikan investasi penyertaan modal melalui bank, atas saran itu menurut Joko, perlu mendapat kajian lebih dahulu antara pihak eksekutif dengan legislatif dari sisi manfaat maupun sebaliknya.

“Karena itu aset, kita jual juga nanti hasilnya kita jadikan aset lagi, itu jauh kelihatan adil dan bijaksana,” katanya.

Pada tahun sebelumnya, pihak BPKAD tetap mencapai target untuk penyewaan aset. Tahun 2016 dengan target Rp. 400 juta, tahun 2017 naik menjadi Rp. 1,5 miliar dan target tersebut semuanya tercapai. Sedangkan target tahun 2018 menjadi Rp 2 miliar. (SN04)

Comments
Loading...