Nekat Melaut Saat Gelombang Tinggi, Dua Nelayan Hilang

Sumbawa Besar, Suaranusa.com–Cuaca buruk yang terjadi di perairan bagian selatan Nusa Tenggara Barat menyebabkan terjadinya insiden perahu motor milik nelayan karam dihantam gelombang tinggi.

Perahu motor berbahan fiber glass yang memuat 11 orang nelayan dihantam gelombang hingga teggelam di perairan Labangka III, Kecamatan Labangka, Sumbawa, Kamis (19/07/2018) pagi.

Akibatnya, dua orang nelayan masih hilang. Sedangkan 9 lainnya berhasil berenang menyelamatkan diri ke bibir pantai.

Kapolsek Labangka, Iptu. Sumardi, yang dihubungi, membenarkan adanya kecelakaan perahu itu.

Menurutnya, 11 orang nelayan itu baru saja pulang dari mencari ikan. Nahas, ketika perahu motor yang ditumpangi mendekati sekitar 100 meter dari pantai Semara, Desa Suka Mulya, Labangka III, perahu nelayan tersebut dihantam gelombang dan pecah menjadi dua bagian.

“Akibatnya dua orang nelayan, Ainun dan Kipil menghilang,” tegas Sumardi.

Sumardi menambahkan, berdasarkan penuturan nelayan yang selamat, mereka hendak menyelamatkan Ainun dan Kipil. Hanya saja gelombang yang mencapai tiga sampai empat meter dan arus laut menjadi kendala dalam menyelamatkan keduanya.

Mengetahui kejadian itu, Sat Pol Air Polres Sumbawa bersama Basarnas Sumbawa dan BPBD Sumbawa segera melakukan pencarian di laut dan di darat.

Usaha tim pencari untuk mencari para korban hilang terkendala oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi. Terpaksa pencarian ditunda hingga cuaca membaik.

“Kami belum berani memastikan apakah Ainun dan Kipil sudah meninggal sebab,” tambah Sumardi.

Terkait keluarga kedua korban, Kapolsek Labangka menjelaskan pihaknya telah mendatangi keluarga korban. Pihak keluarga pun shock (kaget) mengetahui informasi tersebut. Namun Polisi, Basarnas dan BPBD setempat tetap berusaha menemukan kedua orang korban. (SN-03)

Comments
Loading...