Tokoh Perempuan PKB: Asal Penuhi Kuota, Partai Jangan Asal Comot Kader

SUARANUSA.COM – Dalam aturan yang sudah menjadi prasyarat bagi partai politik, keharusan memenuhi kuota kadang dianggap remeh.

Demkian ungkap Asita Aprianti, bendahara Gerbang Tani NTB, sekaligus memegang posisi bendahara di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Mataram. Tata, saat diminta pendapatnya oleh Suaranusa mengatakan, keberadaan gender pada sebuah partai masih dianggap remeh dan sepele, hanya untuk memenuhi kuota saja dan sekadar mematuhi aturan prasyarat pencalegan.

“Perempuan msih dipandang sebelah mata, tapi berjalan seiringnya waktu, perempuan dalam politik zaman now bolehlah berbangga, karena sekarang dengan diberlakukannya keharusan gender, sudah mulai terlihat srikandi-srikandi dalam politik, bahkan kekuasaan mereka melebihi para kaum lelaki” katanya.

Tata juga menguraikan sosok Megawati sebagai Ketua Partai, Tri Risma sebagai walikota Surabaya. “Di NTB sendiri sudah mulai ada perwakilan perempuan di parlemen, bahkan Wagub terpilih kita juga perempuan, Wakil Bupati Lombok Barat perempuan,” ujarnya.

Lebih jauh Tata panggilan akrabnya mengatakan jangan menganggap remeh perempuan, karena perempuan punya sejuta strategi dalam sebuah berpolitik.

“Dalam bepolitik perempuan bisa dilihat sama garangnya seperti emak-emak di jalanan pakai motor metik yang kerap lupa matikan lampu sein,” katanya sembari tertawa.

Namun, Tata juga menilai semua partai sudah mulai memberlakukan keharusan pemenuhan kuota gender, akan tetapi permasalahannya asal main comot.

“Dari itu saya sangat katakan kepada semua partai, agar keterlibatan perempuan di dalam partai itu benar-benar dikaderisasi dan diberdayakan, jangan asal pasang nama saja,” katanya.

“Intinya dalam berpartai jangan hanya sekedar gaya-gayaan saja, sdah zamanya skarang perempuan untuk maju dan menyuarakan nasib rakyat,” imbuhnya. (SN04)

Comments
Loading...