Satu Lagi, Yuliana Sang Jawara Dunia Pencak Silat Asal NTB

SUARANUSA.COM – Satu lagi atlet Nusa Tenggara Barat yang berhasil  mengukir prestasi di tingkat internasional. Ia adalah Yuliana (17) peraih medali emas pada bidang kejuaraan Junior World Pencak Silat Championship 2018 di Songkhla Rajabat University,Thailand.

Tak tanggung-tanggung, Yuliana yang merupakan atlet Pencak Silat binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) KONI NTB ini menyabet dua gelar juara dunia sekaligus secara bersamaan pada even yang sama, yakni gelar Juara Dunia Remaja Putri Kategori A berat badan 39-43 kilogram dan juga meraih gelar Pemain Pencak Silat Terbaik I Tingkat Dunia.

Ajang kejuaraan bergengsi kelas dunia Junior Word Pencak Silat Champioship itu digelar pada 25-28 April 2018 yang lalu dan diikuti oleh 385 atlet dari 19 negara. Yuliana merupakan satu-satunya atlet pencak silat remaja putri yang mewakili Indonesia. Pada babak final, ia berhasil menyingkirkan peserta dari Singapur yang mendapat Juara II. Sedangkan Juara III diraih oleh peserta dari Negara Thailand dan Vietnam. Khusus untuk Juara III disabet secara bersamaan oleh dua negara peserta.

Ditanya tentang prestasi yang pernah diraihnya di Thailand, Yuli, panggilan akrab Yuliana merasa bangga karena telah mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Yuli merasa terharu ketika berhasil mengibarkan bendera Indonesia di negara Thailand yang berjuluk Negari Gajah Putih itu.

“Saya sangat bangga karena selama ini memang itu yang saya cita-citakan sejak bergelut di olahraga pencak silat. Selain bisa membawa nama Indonesia, saya juga ‘kan membawa nama daerah. Saya sempat terharu waktu dipasangkan bendera merah putih di pundak saya saat penganugerahan gelar juara satu,” ungkapnya ketika wartawan Suaranusa menyambangi Yulia di rumahnya di Dusun Terajon, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, Minggu (22/7/2018).

Dua gelar Juara Dunia sekaligus tak mudah didapatkan oleh seorang atlet pencak silat. Terlebih bagi remaja yang tingkat emosinya masih labil dan mudah emosi. Meraiih gelar Atlet Pencak Silat Terbaik Dunia diharuskan bisa sportif, mampu bertanding dengan baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran maupun berlaku curang terhadap lawan tanding.

“Tidak mudah mendapatkan dua gelar sebagai Juara Dunia Remaja Putri dan Pemain Pencak silat Terbaik, karena sayaratnya untuk dapat gelar pemain terbaik, atlet tersebut harus bisa bertanding bersi, tidak curang dan tidak suka menyerang titik-titik tubuh yang memang tidak diperbolehkan untuk diserang” jelas Akbar, bekas pembimbingnya saat masih di PPLP atlet pencak silat Lombok Barat.

Selain gelar Juara Dunia dan Pemain Pencak Silat Terbaik di Songkhla, Thailand, Yuli juga pernah meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Remaja di Jakarta tahun 2016, Juara I Kejurnas PPLP di Manado tahun 2016, Juara I Kejuaran Sirkuit Bali-Lombok 2016, meraih medali emas pada Popwil Jawa Timur 2016, peraih medali emas di Kejurnas PPLP NTB tahun 2017, peraih medali perunggu pada  Popnas Semarang tahun 2017, meraih juara I medali emas pada Popda NTB tahun 2018. (SN01)

Comments
Loading...