Tanpa Dokumen, Pengiriman Puluhan Ternak Digagalkan

SUARANUSA.COM – Tim gabungan Dinas Peternakan Sumbawa dan TNI berhasil menggagalkan pengiriman puluhan ekor ternak tanpa dokumen, Selasa (24/7) dini hari. Rencananya, puluhan ternak sapi ini akan dikirimkan ke luar daerah melalui Bima.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin membenarkan digagalkannya pengiriman ternak itu. Sebelumnya, pihaknya melalui Kabid KP2 sempat menemui pemilik ternak agar membuat izin pengiriman. Namun niat baik ini tidak ditanggapi. Setelah itu, pihaknya mendapat informasi bahwa puluhan ternak ini tetap akan dikirim. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan aparat TNI Kodim 1607 Sumbawa yang merupakan salah satu tim pengawasan ternak. Sambil terus memonitor angkutan yang diduga mengangkut sapi, pihaknya bersama dengan TNI sudah berjaga-jaga di depan Komputer Senapan B, di Labuhan Sumbawa. Hal ini dilakukan guna mengagalkan pengiriman ternak ini.

“Jadi kita monitor terus, teman-teman kita yang di Utan kita suruh pantau. Sekitar jam setengah dua mereka sudah lewat Utan. Sampai sini jam tiga pagi. Kami yang sudah berkoordinasi dengan kompi kemudian mencegat di situ,” ujarnya kepada wartawan.

Awalnya hanya dua truk saja yang ada. Kemudian menyusul tiga truk lainnya. Dari lima truk tresbut terdapat 67 ekor sapi yang diketahui milik Irfandi. Menurutnya, sapi-sapi tersebut akan menuju Bima. Dimana saat ini, Bima sudah memiliki tol laut yang terdapat kapal khusus pengangkutan ternak.

“Kemungkinan akan dibawa ke bima. Karena di sana ada tol laut itu, kapal angkut ternak. Dia berlabuh di bima, mungkin mau kejar kapal itu, Tetapi dia tidak melalui proses yang benar,” jelas Talifuddin.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pol PP Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin S.Sos., M.Si menuturkan, sesuai dengan kewenangan dari bagian tim pengawasan ternak, pihaknya segera menindak lanjuti hasil pengungkapan tersebut. Dimana ada dua langkah pilihan sesuai hasil penyidikan nantinya yakni non projustitia dan projustia.

Menurut Sahabuddin, awalnya akan ditempuh jalur non projustitia apabila mereka bisa melengkapi surat surat yang dimiliki. Tapi jika mereka tidak bisa menyiapkan dokumen atau surat 2 X 24 jam, maka akan diproses langsung sesuai projustia oleh penyidik Pol PP. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni Perda nomor 12 tahun 2013 pasal 2 ayat 1. Tentang setiap orang atau badan yang mengeluarkan dan  atau memasukan ternak dan atau bahan ternak mengeluarkan dan atau memasukan sementara ternak dari daerah ke daerah wajib memiliki izin dari bupati atau pejabat yang mewakili,” jelasnya.

Diungkapkannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan. Untuk sementara 67 ekor sapi yang berhasil diamankan dititipkan di Holding Ground Kecamatan Labuhan Badas. Sedangkan untuk lima unit truk diamankan di Lingkungan Kantor Sat Pol PP. (SN03)

Comments
Loading...