707 Data Mahasiswa Baru Unram Bermasalah, Wali Mahasiswa Protes

SUARANUSA.COM, Mataram – Wali mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang tergabung dalam Forum Wali 24 Juli kembali menggelar aksi terkait kisruh pengumuman kelulusan mahasiswa Unram yang mendaftar melalui Jalur Mandiri tahun 2018.

Aksi wali mahasiswa yang digelar kembali pada 27 dan 28 Juli 2018 bertempat di halaman depan Gedung Rektorat Unram itu dilatari oleh adanya polemik yang menimbulkan kegaduhan antara wali mahasiswa yang menuntut kejelasan kepada pihak Unram. Pasalnya, pengumuman kelulusan mahasiswa yang masuk melalui Jalur Mandiri akibat dari munculnya dua kali pengumuman yang berbeda pada tanggal 24 dan 25 Juli 2018

Sebelumnya, Kamis (26/7) forum wali mahasiswa ini sempat melakukan dialog bersama Rektor Unram. Dari hasil dialog itu Rektor Unram menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaksanakan rapat pleno pada tanggal 23 Juli dan sudah disepakati dan ditandatangani daftar nama mahasiswa beserta jurusan dan fakultas tempatnya dinyatakan lulus.

“Hasil rapat pleno tersbutlah yang diupload oleh Tim IT pada tgl 24 Juli, selanjutnya calon mahasiswa menerima pengumuman online personal. Pada umumnya pengumuman tanggal 24 tersebut memuat bahwa calon mahasiswa dinyatakan lulus pada pilihan 1. Sehingga calon mahasiwa dan keluarga sangat merasa bahagia dengan hasil pengumuman tersebut.” jelas Amaq Alif selaku koordinator aksi Forum Wali 24 Juli kepada wartawan.

Amaq lanjut menjelaskan, pada saat calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus ini ingin mencari jadwal pengumuman daftar ulang (sesuai dengan ketentuan di tulisan paling bawah pengumuman bahwa segala hal terkait tata cara daftar ulang dapat dilihat pada tanggal 25 pukul 17.00, itu bunyinya). Namun yang didapatkan bukannya pengumuman daftar ulang melainkan pengumuman ulang.

“Itu yang membuat kami (keluarga) sangat terpukul, untuk itulah pada hari Kamis kemarin kami mendatangi Unram untuk mencari kepastian,” katanya.

Dari hasil mediasi dengan Rektor Unram mengakui bahwa kegaduhan soal pengumuman Jalur Mandiri ini dikarenakan Tim IT.

Amaq menganggap, penjelasan rektor sangat tidak masuk di akal, karena selama ini pengumuman mahasiswa baru Unram dilakukan melalui jalur online, dan pengumuman lewat online tanggal 24 itu oleh pihak forum wali dianggapnya sah.

Lebih lanjut Amaq membeberkan hasil dialognya dengan Rektor Unram yang mengatakan bahwa nama-nama mahasiswa yang lulus ada dalam pengumuman manual, namun ketika diminta oleh wali mahasiswa pihak rektorat justru tidak memberikan daftar pengumuman manual tersebut.

“Lalu dari mana kami tahu bahwa yang lulus di manual itu sama dengan yang lulus via online?” tanyanya.

Pihaknya juga menduga ada sesuatu yang disembunyikan Unram.

“Kami duga ada permainan di sini, maka untuk itu kami menuntut kepada pihak Unram agar menetapkan pengumuman pertama (1) bahwa tanggal 24 adalah sah dan berlaku,” ujarnya.

 

Sedang Ditelusuri

Salah satu perwakilan wali mahasiswa, Atun Wardatun ikut memberikan orasinya. Ia juga membeberkan bahwa dalam pertemuannya dengan pihak Unram pada Kamis (26/7) mengaku bertemu dengan jajaran petinggi Unram.

“Dijelaskan karena data belum sinkron. Intinya mereka akui kesalahan mereka karena belum disinkron. Pas uji coba bagus, tapi pas launching salah sistemnya. Dikatakannya ‘seharusnya adik-adik ini lulus di pilihan kedua’. Kami tidak percaya. Tuntutannya kembali ke pilihan pertama,” jelasnya.

Atun juga mempertanyakan kebiasaan Unram selama ini memasang pengumuman kelukusan.mahasiswa baru lewat media koran dan media online.

“Alasannya, kalau kami (Unram) naikkan media online atau koran, nanti ada orang tak bertanggung jawab dan jadikan penipuan. Gak masuk akal sekali” ungkapnya.

Karim (75) warga Woha Kabupaten Bima ini kepada Suaranusa.com mengaku baru sampai Mataram dan langsung ikut hadir mengikuti aksi unjuk rasa. Ia pun mengungkapkan bahwa ada salah seorang cucunya yang ikut mendaftar di Unram dan waktu pengumuman tanggal 24 Juli dinyatakan lulus di jurusan kedokteran. Namun ketika melihat pengumuman tanggal 25 Juli cucunya malah lulus di Jurusan Kimia.

“Saya heran kenapa bisa berubah begitu datanya. Cucu saya ndak mau jika dia diluluskan di pikihan jurusan yang kedua. Dia maunya tetap lulus di jurusan pertama, jurusan kedokteran. Saya siap bersedia membayar sumbangan uang pangkal sebesar lima puluh juta,” tuturnya.

Khusus untuk jurusan kedokteran, Unram memberlakukan menarik uang sumbangan sebesar 50-250 juta. Kesanggupan besaran uang sumbangan tersebut ada pada formulir dan diisi oleh mahasiswa saat ikut tes. Besaran uang sumbangan khusus untuk jurusan kedokteran didasarkan dari keputusan dan izin dari kementerian pendidikan.

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram mengaku ikut menelusuri kekisruhan data pengumuman penerimaan mahasiswa baru yang terjadi di kampusnya. Sekjen BEM Unram, Muhammad Syafri kepada wartawan mengungkapkan hasil penelusuran data yang dilakukan pengurus BEM.

“Hasil data BEM banyak sekali hampir 60-70% mengalami masalah. Masalah yang paling banyak ada pada perubahan jurusan. Yang lebih parah lagi masalah yang awalnya dia tidak diterima, menjadi diterima di pengumuman selanjutnya,” ungkapnya.

Hingga aksi berakhir dan massa membubarkan diri pada jam 11.30 WITa, pihak rektorat Unram belum bisa menemui massa wali mahasiswa yang berunjuk rasa.

Dari informasi yang dihimpun Suaranusa.com, terdapat 707 orang mahasiswa yang tersangkut masalah perbedaan data dari pengumuman kelulusan mahasiswa baru yang mendaftar di Unram melalui Jalur Mandiri.

Kepala perwakilan Ombudsman NTB, Adhar Hakim, kepada media mengkofirmasi bahwa pihaknya akan menelusuri persoalan tersebut.

“Akan kita telusuri detail tahapannya. Sifatnya administrasi. Saya berharap Unram bersifat kooperatif dan Ombudsman berhak meminta berkas,” katanya. (SN05)

Comments
Loading...