Seperti Lalu Zohri, Prestasi Juara Dunia Pencak Silat Yuliana Layak Dihargai

SUARANUSA.COM, Lombok Barat – Menyabet dua gelar sekaligus sebagai Juara Dunia dan atlet Pencak Silat Dunia Terbaik pada Junior World Pencak Silat Championship di Songkhla Thailand pada April 2018 yang lalu, Yuliana sempat tak mendapat perhatian atas prestasinya menjuarai even berkelas internasional.

Prestasi Yuliana yang mampu menyingkirkan 19 negara peserta pada even kejuaraan pencak silat dunia yang cukup bergengsi itu memang layak diapresiasi. Apalagi sebelumnya, pada even kejuaran berkelas nasional, Yuliana telah lima kali meraih medali emas.

Sebelumnya nada sumbang cukup kuat terdengar perbandingan penghargaan antara Lalu Zohri yang menerima berbagai bonus dan dibanjiri hadiah dibandingkan dengan Yuliana yang prestasi dan nasib keberlangsungan kariernya di bidang olahraga pencak silat yang bisa dikatakan olahraga yang cukup berbahaya ini tak begitu diperhatikan oleh pemerintah.

Meski demikian, Yuliana mengaku tidak iri terhadap Lalu Zohri, namun sedikit banyak banjir hadiah yang diterima Lalu Zohri mengusik hati Yuliana yang satu binaan dengan Lalu Zohri di PPLP NTB dan juga satu sekolah di SMAN 2 Mataram.

“Saya ndak iri. Meraih juara di tingkat internasional memang sudah menjadi cita-cita saya sejak mulai pertama kali ikut even kejuaraan pencak silat,” terang Yuliana kepada Suaranusa.com di kediamannya di Dusun Terajon, Desa Montong Are, Kediri, Lombok Barat, (22/7/) lalu.

Sebagaimana diungkapkan Akbar, mantan asisten pelatih Yuliana ketika ia masih di bawah binaan Kejurda KONI Lombok Barat, mengaku sejak Yuli meraih prestasi di tingkat internasional justru kurang mendapat apresiasi, beda halnya dengan Lalu Zohri.

“Bukan sih kita iri atau berpikir gimana gitu, tapi kan mau tidak mau, penghargaan yang didapat Yuli dibandingkan Zohri kan sangat jauh perbedaannya, meskipun sama-sama berprestasi internasional. Keluhan saya ini tidak ada maksud apa-apa, bukan kita iri atau cemburu,” ungkapnya.

Yuliana anak pertama dari lima bersaudara ini lahir dari keluarga berlatar belakang kehidupan cukup sederhana. Meskipun kondisi rumah tempat tinggal Yuli tak separah kondisi rumah Lalu Zohri sebelum dipugar yang berdinding bedek bambu. Yuli tinggal bersama Sainah ibunya dan bapak tirinya, Suhardi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Tempat tinggal mereka berukuran sekira empat kali enam meter, berdinding batako dan belum diplester. Rumah tersebut hanya terdiri dari satu kamar dan tidak berjendela.

Sebenarnya Yuli bercita-cita menjadi perawat dan berminat masuk perguruan tinggi keperawatan jika lulus dari SMA. Cita-citanya menjadi perawat kesehatan karena pesan dari Sahdi, bapak kandung Yuli yang meninggal sejak Yuli berumur balita. Yuli berharap kelak bisa mendapatkan beasiswa untuk membiayai cita-citanya masuk di sekolah tinggi kesehatan.

Namun sekarang, semenjak namanya terangkat dan diberitakan oleh beberapa media lokal, prestasi Yuli pun cukup banyak menuai apresiasi.

Dari Pemerintah Provinsi NTB memberikan Yuli hadiah uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta dan KONI Lombok Barat sebesar Rp. 2,5 juta. Bukan hanya itu, Anggota DPR RI, H. Willgo Zainar juga memberikan bantuan uang pembinaan Rp. 2,5 juta kepada Yuli ditambah dengan beasiswa Rp. 1 juta setiap bulan sampai Yuli tamat SMA, sekarang ini Yuli duduk di kelas XI SMAN 2 Mataram.

Belakangan pada Selasa (24/7/2018), Yuliana secara khusus diminta langsung datang ke ruang kerja Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid. Fauzan berjanji akan membangunkan rumah sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap prestasi yang diraih Yuli. Fauzan juga mengungkapkan akan membiayai sekolah Yuli hingga selesai kuliah. (SN05)

Comments
Loading...