Pasar Seni Lobar Minim Perhatian, Anggota Dewan: Dikelola Seperti Apa?

SUARANUSA.COM, Lombok Barat – Minimnya intervensi pemerintah dalam mendukung majunya pelaku usaha pariwisata Lombok Barat (Lobar) menyimpan banyak keluhan masyarakat, seperti halnya sarana pasar seni, dimana anggarannya tidak memenuhi setandar.

Anggota DPRD Komisi ll Lobar, Hj.Nurhidayah mengemukakan, pasar seni pariwisata lokal kini sudah tergerus dengan pasar besar saat ini, sehingga para wisatawan yang datang di kawasan wisata Lombok Barat kebanyakan membeli oleh-oleh yang kebanyakan di luar kawasan Lobar seperti di Sasaku.

Menurut Nurhidayah yang melihat realita seperti ini, pelaku usaha harus cerdas untuk menumbuh kembangkan potensinya terutama bagaimana pelaku wisata bisa berkoordinasi, sehingga tamu bisa diarahkan.

“Pun mereka bicarakan dengan dinas terkait seperti dinas pariwisata dan Disperindag untuk menyelesaikan pasar seni ini tidak semakin terpuruk,” ucapnya.

Soal keluhan pelaku usaha pariwisata ini juga menjurus pada tingginya fee yang diberikan kepada broker atua pemandu oleh pengusaha bermodal besar, disatu sisi pengusaha kecil tidak berani memberikan lebih besar fee kepada pemandu karena kecilnya pendapatan mereka. “Ini adalah dilematis buat mereka yang usahanya kecil,” ujarnya.

Harus bisa dicari apa yang bisa dijual misalnya pasarkan apa yang tidak ada dijual sama yang lain, disamping pasar seni itu harus bisa menampilkan atau menyuguhkan yang menarik, inikan masalah inovasi, masalah kreativitas agar tamu itu tidak sekedar membeli oleh oleh saja.

“Mau diapakan pasar seni ini dan dikelola seperti apa. Mungkin bisa dikreasi dengan tari khas Lombok, sudah pasti pramuwisata ini bisa membawa tamu kesana untuk menyaksikan itu sekaligus untuk berbelanja kebutuhan oleh oleh kalau mau menarik kunjungan tamu,” jelasnya. (SN04)

Comments
Loading...