Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Mantan Bendahara Dipanggil Jaksa

SUARANUSA.COM, Sumbawa – Mantan bendahara Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, Dedet dipanggil jaksa, Rabu (1/7). Dedet dipanggil terkait kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana desa tahun 2016 lalu.

Dari pantauan di lapangan, Dedet mendatangi kantor Kejari Sumbawa sendiri. Dedet langsung diperiksa di ruang Kasi Pidsus Kejari Sumbawa. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.00 Wita. Dedet diperiksa seputar tupoksinya selaku bendahara yang menjabat saat itu.

Ditemui seusai pemeriksaan, Dedet mengatakan, dia diperiksa terkait penggunaan dana desa di Lunyuk Rea pada 2016 lalu. Dalam pemeriksaan, pihaknya memverifikasi berkas terkait program di desa setempat saat itu. “Ini pemanggilan kedua untuk saya. Sebelumnya saya juga sudah pernah dipanggil,” ujar pria yang kini menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Desa Lunyuk Rea ini.

Membenarkan adanya pemeriksaan bendahara desa yang menjabat saat itu, Dedet. Pemeriksaan ini pertama kali dilakukan setelah status kasus ini dinaikkaan ke tahap penyelidikan. “Setelah pengumpulan data dan bahan keterangan oleh Seksi Intel, ditemukan dugaan perbuatan melawan hukum. Jadi statusnya ditingkatkan ke penyelidikan di Seksi Pidana Khusus,” terang Raka, akrab pejabat yang dikenal ramah ini disapa.

Setelah Dedet, lanjutnya, semua perangkat desa, BPD dan TPK akan dipanggil untuk diperiksa. Adapun pemeriksaannya dijadwalkan berlangsung selama sepekan kedepan. Dalam hal ini, semua program fisik dan non fisik dari penggunaan dana Desa Lunyuk Rea tahun 2016 itu akan ditelusuri.

Seperti diberitakan, penggunaan dana desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk  tahun 2016 diduga terjadi penyimpangan. Sejumlah pembangunan yang dikerjakan diduga tidak sesuai spesifikasi. Selain itu juga ada sejumlah pekerjaan yang diduga belum diselesaikan. Adapun total keseluruhan dana Desa Lunyuk Rea saat itu sebesar Rp. 1,7 miliar. (SN03)

Comments
Loading...