Fashion Show Dengan “Paha Terbuka” Dikecam Budayawan Sumbawa

suaranusa.com, Mataram– Pergelaran budaya Sail Moyo Tambora tahun 2018 yang digelar di Samota dengan menampilkan acara fashion show berbusana modern dikecam tokoh muda Sumbawa.

Sebab, pakaian yang ditampilkan dengan dengan memperlihatkan bagian paha wanita tersebut dinilai keluar dari adat istiadat Sumbawa yaitu “Tama Lamong” yang berarti memasukkan baju, atau menutup aurat.

“Fashion Show itu telah menodai nilai-nilai kesamawaan. Harusnya panitia Sail Moyo Tambora ini mengerti masalah adat dan makna kebudayaan Tama Lamong Sumbawa,” kata Rusdianto Samawa, budayawan muda Sumbawa, Jumat (14/9).

Rusianto mengatakan, pergelaran Fashion Show yang menampilkan tenunan Samawa namun didesain seperti pakaian modern ke barat baratan itu selain menodai adat Sumbawa juga dianggap telah merusak nilai-nilai kesamawaan.

Ia menduga bahwa sang desainer pakaian tidak mengerti dengan budaya setempat. Rusdi juga menyinggung para tokoh budaya dan pemerintahan Sumbawa yang membiarkan pergelaran tersebut.

Sehingga pergelaran yang bertolak belakang dengan adat dan kehidupan orang Sumbawa “Tau Samawa” telah mengecewakan masyarakat.

“Acara itu membuat “Tau Tana Samawa dan masyarakat umumnya harus menumpahkan rasa kecewanya,” kata Rusdi.

“Tokoh budaya dan Pemerintah telah gagal mendefiniskan esensi tradisi Tama Lamong itu sebagai bagian dari denyut nadi perubahan kehidupan masyarakat Sumbawa,” Imbuh Rusdianto, Aktivis dan juga pemerhati budaya Sumbawa.

Comments
Loading...