Tak Berikan Data Tamu Asing, Imigrasi Mataram Peringatkan Puluhan Hotel Untuk Taati Hukum

Suaranusa.com, Mataram- Puluhan penginapan di beberapa tempat wisata pulau Lombok seperti Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Senggigi, Kawasan Kuta, dan Sekotong terkena razia Operasi Simpatik yang dilakukan Kantor Imigrasi kelas 1 Mataram.

Sasaran razia petugas imigrasi yaitu Hotel-hotel ataupun perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing sebagai karyawannya.

Pantauan suaranusa.com, puluhan penginapan kedapatan melakukan pelanggaran undang-undang yaitu karena tidak mampu menunjukkan kelengkapan data WNA yang menginap ditempatnya.

“Sesuai amanat Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011, khususnya Pasal 72 disebutkan, setiap pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai warga negara asing yang menginap di tempatnya,” kata Kurniadi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram, Minggu (9/12).

Kurniadi mengatakan, akibat pelanggaran tersebut, sesuai Pasal 117 UU tentang Keimigrasian, para pemilik maupun pengurus penginapan yang nakal tersebut terancam pidana kurungan 3 bulan penjara dan denda Rp 25 juta

Namun, pada operasi ini pihak imigrasi tidak memberikan sanksi hukum melainkan hanya memberikan peringatan. Jika kedepannya para pengelola penginapan tetap melanggar, maka akan diproses secara hukum.

“Saat ini pihak imigrasi hanya memberikan sanksi berupa peringatan pada pengelola penginapan. Namun jika pelanggaran masih nekat dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan sanksi yang lebih berat akan diterima,” kata Kurniadi.

(SN/Feb).

Comments
Loading...