ASITA Keberatan Ada Anggota “Siluman” Ditunjuk Jadi Pengurus BPPD

 

Suaranusa.com, Mataram- Asosiasi Travel Agen (ASITA) akan melayangkan surat keberatan kepada gubernur NTB terkait adanya anggota “Siluman” yang ditunjuk sebagai salah satu Unit Penentu Kebijakan (UPK) di BPPD.

“Di surat keputusan itu ada nama Drs Ryan Bakhtiar dari perwakilan ASITA. Sedangkan yang bersangkutan (Drs Ryan) tidak memiliki Nomor Induk Anggota,” kata Dewantoro Ombu, Ketua ASITA NTB kepada Suaranusa.com, Kamis (3/1).

Selain tidak memiliki NIA, Dewantoro mengaku bahwa sosok Drs. Ryan Bakhtiar juga tidak pernah aktif sebagai anggota Anggota ASITA lebih lebih dari 4 tahun.

Selain itu, Dewantoro juga mengaku bahwa ASITA tidak pernah dilibatkan pada proses penyaringan nama yang diusulkan. Sehingga penunjukan nama tersebut terkesan dibuat buat.

“Kami tidak pernah tau, tiba tiba keluar nama itu. Seharusnya kami ditanya lah atau dilibatkan. Karena yang tau tentang anggota itu adalah kami di ASITA, bukan orang lain,” kata dia.

Untuk itu, ia meminta kepada gubernur Zul agar meninjau kembali keputusan pengangkatan pengurus baru BPPD tersebut agar tidak menjadi konflik di kemudian hari.

“Pak Gubernur harus tinjau ulang, jangan sampai niat merombak ini untuk hindari konflik tetapi malah timbul konflik baru,” kata Dewantoro.

“Ini bukan masalah personal ya, kalo masalah personal Drs Ryan itu orangnya baik. Tetapi ini masalah nama Organisasi. Jadi, besok saya akan bersurat ke Gubernur,” tandas Dewantoro.

Untuk diketahui, hari ini Kamis (3/1) Kepala Dinas Pariwisata mengundang beberapa perwakilan Unit Penentu Kebijakan (UPK) yang dipilih Gubernur NTB melalui surat keputusan Gubernur nomor 556-01 tahun 2019.

Ke sembilan orang tersebut adalah Drs Ryan Bakhtiar (ASITA), Anita Achmad (PHRI), Christin Halim (INCCA), Jumadil (HPI).

Kemudian ada nama Nunung Hari Cahyono (Astindo), Priyadi Nugrahadi (Akademisi), Dr. Salahudin (Akademisi), Didiet Indrakusuma (Maskapai) dan Alfian Yusni (Media)

Comments
Loading...