Miliki Segudang Kapasitas, Fauzan Zakaria Legowo Ditendang Dari BPPD

Suaranusa.com, Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah pada Rabu (2/1) kemarin merombak seluruh pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Dari Sembilan orang pengurus lama, delapan orang diganti termasuk ketua dan satu orang dipertahankan yaitu Alfian Yusni dari perwakilan media.

Terkait perombakan tersebut, beberapa pihak menyayangkan cara Gubernur Zul merombak pengurus ini tanpa mempertahankan ketua ketua BPPD sebelumnya, Fauzan Zakaria. Seperti permyataan Fahrurozi Gafar, seorang Tour Guide Senior.

Dia mengatakan, sosok Fauzan merupakan salah satu orang yang dinilai sangat mampu untuk mengemban amanah pariwisata khususnya wisata halal. Hal itu diketahui dari background Fauzan selain menjadi tokoh agama yang juga sebagai ketua Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) yang sangat sesuai dengan konsep wisata Lombok- Sumbawa saat ini yaitu pariwisata Halal.

“Tuan Guru Fauzan itu orang yang mengerti betul tentang pariwisata halal. Seharusnya gubernur tetap mempertahankan sosok ini,” kata Fahrurozi Gafar, anggota HPI NTB yang pernah menjadi Guide terbaik se-Asia Tenggara.

Fahrurozi menambahkan, selain sebagai sosok yang memiliki kapabilitas di dunia pariwisata melaui APII, Fauzan juga dikenal sebagai sosok yang mumpuni dalam bidang komunikasi baik di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, kata dia, di luar urusan pariwisata Fauzan merupakan wakil ketua umum Badan Koordinasi Muballigh Se- Indonesia. Ia juga merangkap sebagai ketua Organisassi International Alumni Al-Azhar (OIAA) NTB, dan juga pimpinan Ponpes Al-Madani.

“Jadi beliau sangat cocok jika menjadi ketua BPPD. Terlebih saat ini yang dimiliki Lombok Sumbawa adalah pariwisata halal yang konteksnya Islami,” kata Fahrurozi.

Sementara itu, Fauzan Zakaria mengaku legowo dengan tidak ditunjuknya sebagai pengurus baru BPPD. Ia menganggap keputusan gubernur tersebut merupakan hak preogratif (mutlak) dari gubernur. Meskipun ia mengaku bahwa ia adalah korban politik perpecahan yang sengaja dihembuskan oleh pihak luar BPPD.

Yang mana, kata Fauzan, terjadinya konflik di tubuh BPPD itu disebabkan oleh ulah orang-orang yang menginginkan dirinya untuk mundur atau tidak menjabat yang disinyalir disinyalir akibat ketidakpuasan para pengurus lainnya saat dirinya mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif.

Padahal, KPU dan Bawaslu telah mengeluarkan keputusan Ingkrah tentang diperbolehkannya ketua BPPD sebagai calon legislatif.

“Ada ribuan Caleg se- Indonesia yang terlibat sebagai pengurus di lemabaga menerima hibah yang bersumber dari negara. Diantaranya, KH. Ma’ruf Amin yang saat ini sebagai Cawapres Jokowi,dan undang undang telah menjamin bahwa itu tidak ada masalah,” kata dia.

“Ini bukan soal Jabatan tetapi kewajiban mencerahkan masyarakat. Saya korban politik, dan saya pun akhirnya dibuang. Tetapi tidak apa-apa, saya ikhlas dan selalu berpikir posisif tentang pilihan ini,”  tutup Fauzan.
(SN-01)

Comments
Loading...