Tak Ada Perwakilan di BPPD, APII NTB Anggap Gubernur Rusak Semangat Wisata Halal

Suaranusa.com, Mataram- Perombakan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB oleh Gubernur Zulkieflimansyah menuai kekecewaan dari Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII).

Pasalnya, di surat keputusan gubernur NTB yang beredar, perwakilan dari Asosiasi tersebut tidak dilibatkan ke dalam pengurusan BPPD setelah mengalami perombakan akibat konflik yang terjdi di tubuh BPPD sendiri.

“APII yang merupakan wadah khusus pariwisata Islami juga seharusnya tetap dilibatkan. Ini untuk kemajuan wisata halal yang sudah dicapai,” kata Mastur, ketua APII Lombok Barat.

Mastur mengatakan seharusnya Gubernur lebih lihai melihat apa saja asosiasi dan personal yang kompeten untuk dimasukkan ke dalam pengurusan BPPD. Terlebih dalam urusan pariwisata halal. 

Sebab, pariwisata halal telah masuk ke Peraturan Daerah setelah memenangkan penghargaan berturut turut. Sehingga selama TGB memimpin, APII selalu terlibat di BPPD.

“Selama kepemimpinan TGB, APII selalu dilibatkan di BPPD selama 2 periode. Itu Artinya BPPD adalah asosiasi yang memiliki kapabilitas di pariwisata halal,” kata Mastur.

Mastur menambahkan, sejak beberapa bulan terakhir ini APII telah membuat beberapa desa wisata halal untuk mempromosikan potensi wisata di desa desa, targetnya 99 Desa Wisata Halal dalam kurun waktu 3 tahun.

Karena itu, jika APII tidak diberikan peranan di BPPD maka secara tidak langsung Gubernur telah mematahkan semangat wisata halal yang sudah lama dibangun.

“APII ini satu satunya yang memiliki konsep wisata halal. Kalau gubernur tidak melibatkan APII berarti sudah keterlaluan dan mematahkan bahkan semangat wisata halal,” kata Mastur.

Untuk diketahui, hari ini, Kamis Kepala Dinas Pariwisata mengundang beberapa perwakilan Unit Penentu Kebijakan (UPK) yang dipilih Gubernur NTB melalui surat keputusan Gubernur nomor 556-01 tahun 2019.

Ke sembilan orang tersebut adalah Drs Ryan Bakhtiar (Asita), Anita Achmad (PHRI), Christin Halim (INCCA), Jurnadil (HPI).

Kemudian ada nama Nunung Hari Cahyono (Astindo), Priyadi Nugrahadi (Akademisi), Dr. Salahudin (Akademisi), Didiet Indrakusuma (Maskapai) dan Alfian YUsni (Media)

 

Comments
Loading...